FIELD
EFECK TRANSISTOR (FET)
Field Effect Transistor
atau transistor efek medan atau yang lebih dikenal dengan FET, adalah suatu
komponen semi konduktor yang bekerja berdasarkan pengaturan arus dengan medan
listrik. FET termasuk jenis komponen aktif. FET disebut unifolar junction
transistor atau UJT, karena cara kerjanya hanya berdasarkan aliran pembawa
muatan mayoritas, sedangkan transistor yang telah dibahas merupakan bipolar
junction transistor atau BJT karena bekerja berdasarkan aliran pembawa muatan
mayoritas dan minoritas.Terdapat FET-FET untuk aplikasi daya rendah, daya
menengah, dan daya tinggi yang semuanya memiliki kemasan yang menyerupai BJT.
FET memiliki tiga buah terminal,
yaitu Source (sumber), Drain (buangan), dan Gate (gerbang). Ketiga terminal ini
dapat disetarakan dengan terminal emitor, kolektor, dan basis pada sebuah BJT,
namun terdapat beberapa perbedaan yang cukup penting. Perbedaan terpenting dari
sudut pandang praktis, antara kedua kelompok ini adalah bahwa hampir tidak ada
arus yang mengalir menuju terminal gate sebuah FET.
Pada penggunaan normal, FET disambungkan di dalam rangkaian dengan cara
yang sama sebagaimana halnya sebuah BJT. Terminal source adalah terminal yang
paling negatif dan terminal drain adalah yang paling positif. Ketika tegangan
diberikan ke terminal gate, arus yang disebut arus drain akan mengalir masuk
melewati terminal drain dan keluar melalui terminal source.
·
Sejarah fet
Transistor efek–medan diciptakan oleh Julius Edgar Lilienfeld pada tahun
1925 dan oleh Oskar Heil pada tahun 1934, tetapi peranti praktis tidak dibuat
secara masal hingga tahun 1990-an
Ø SIMBOL FET
FET memiliki tiga kaki juga yaitu :
- Gate (G)
adalah kaki input
- Drain (D)
adalah kaki output
- Source (S)
adalah kaki sumberFungsinya
Simbol JFET :
Bentuk Fisik JFET :
Ø KARAKTERISTIK FET
Transistor efek
medan (field-effect transistor = FET) mempunyai fungsi yang hampir sama dengan
transistor bipolar. Meskipun demikian antara FET dan transistor bipolar
terdapat beberapa perbedaan yang mendasar. Perbedaan utama antara kedua jenis
transistor tersebut adalah bahwa dalam transistor bipolar arus output (IC)
dikendalikan oleh arus input (IB). Sedangkan dalam FET arus output (ID)
dikendalikan oleh tegangan input (VGS), karena arus input adalah nol. Sehingga
resistansi input FET sangat besar, dalam orde puluhan megaohm.
Namun umumnya transistor bipolar lebih peka terhadap input atau dengan kata penguatannya lebih besar. Disamping itu transistor bipolar mempunyai linieritas yang lebih baik dan respon frekuensi yang lebih lebar. Keluarga Transistor efek medan (field-effect transistor = FET) yang penting untuk diketaui adalah :
·
JFET (junction field-effect transistor)
·
MOSFET (metal-oxide semiconductor field-effect transistor).
Transistor efek medan (FET)
jenis JFET dibagi dalam 2 tipe, yaitu
JFET kanal-P dan JFET kanal-N. Transistor efek medan (FET) tipe MOSFET
dibagi dalam 2 jenis yaitu :
·
MOSFET tipe pengosongan (D-MOSFET = Depletion-mode metal-oxide
semiconductor FET. .....
·
MOSFET tipe peningkatan (E-MOSFET = Enhancement-mode metal-oxide semiconductor
FET).
Jenis-jenis
transistor efek medan
- MOSFET
(Metal–Oxide–Semiconductor
FET, FET Semikonduktor–Oksida–Logam)
menggunakan isolator (biasanya SiO2) di
antara gerbang dan badan.
- JFET
(Junction FET, FET Pertemuan) menggunakan sambungan p-n yang dipanjar terbalik untuk memisahkan gerbang dari badan.
- MESFET
(Metal–Semiconductor
FET, FET Semikonduktor–Logam)
menggantikan sambungan p-n pada JFET
dengan sawar Schottky, digunakan pada GaAs dan bahan semikonduktor lainnya.
- HEMT
(High Electron
Mobility Transistor, Transistor
Pergerakan Elektron Tinggi), juga disebut HFET (heterostructure FET, FET Struktur Campur). Material
celah-jalur-lebar yang dikurangi penuh membentuk isolasi antara gerbang
dan badan.
- IGBT
(Insulated-Gate
Bipolar Transistor, Transistor
Dwikutub Gerbang-Terisolasi) adalah peranti untuk pengendali daya tinggi.
Ini mempunyai struktur mirip sebuah MOSFET
yang digandengkan dengan kanal konduksi utama yang mirip transistor
dwikutub. Ini sering digunakan
pada tegangan operasi cerat-ke-sumber antara 200-3000 V. MOSFET
daya masih merupakan peranti
pilihan utama untuk tegangan cerat-ke-sumber antara 1-200 V.
- FREDFET (Fast
Reverse/Recovery Epitaxial Diode FET,
FET Dioda Epitaksial Cepat
Balik/Pulih) adalah sebuah FET yang didesain khusus untuk memberikan
kecepatan pemulihan (pematian) yang sangat cepat dari dioda badan.
- ISFET
(Ion-Sensitive FET, FET Sensitif-Ion) digunakan untuk mengukur
konsentrasi ion
pada larutan, ketika konsentrasi ion (seperti pH) berubah, arus yang
mengalir melalui transistor juga berubah.
- DNAFET adalah FET khusus yang berfungsi sebagai sebuah biosensor, dengan menggunakan gerbang yang dibuat dari molekul salah satu helai DNA untuk mendeteksi helaian DNA yang coco
Ø
APLIKASI
FET mengendalikan aliran elektron (atau lubang elektron pada FET kanal-p)
dari sumber ke cerat dengan mengubah besar dan bentuk dari sebuah kanal
konduktif yang dibentuk oleh adanya tegangan (atau kurangnya tegangan pada FET
kanal-p) yang dikenakan menyeberangi saluran gerbang dan sumber (untuk
mempermudah penjabaran, diasumsikan bahwa badan dan sumber disambungkan). Kanal
konduktif ini adalah jalur dimana elektron (atau lubang) mengalir dari sumber
ke cerat. Dengan menganggap sebuah peranti salur-n moda pemiskinan. Sebuah tegangan
negatif gerbang-ke-sumber menyebabkan daerah pemiskinan untuk bertambah lebar
dan menghalangi kanal dari kedua sisi, mempersempit kanal konduktif. Jika
daerah pemiskinan menutup kanal sepenuhnya, resistansi kanal dari sumber ke
cerat menjadi besar, dan FET dimatikan seperti sakelar yang terbuka.
Sebaliknya, sebuah tegangan positif gerbang-ke-sumber menambah lebar kanal dan
memungkinkan elektron mengalir dengan mudah. Sekarang menganggap sebuah peranti
salur-n moda
pengayaan. Sebuah tegangan positif gerbang-ke-sumber dibutuhkan untuk membuat
kanal konduktif karena ini tidak terdapat secara alami di dalam transistor.
Tegangan positif menarik elektron bebas pada badan menuju ke gerbang, membuat
sebuah kanal konduktif. Tetapi elektron yang cukup harus ditarik dekat ke
gerbang untuk melawan ion doping yang ditambahkan ke badan FET, ini membentuk
sebuah daerah yang bebas dari pembawa bergerak yang dinamakan daerah
pemiskinan, dan fenomena ini disebut sebagai tegangan tahan dari FET.
Peningkatan tegangan gerbang-ke-sumber yang lebih lanjut akan menarik lebih
banyak lagi elektron menuju ke garbang yang memungkinkannya untuk membuat
sebuah kanal konduktif dari sumber ke cerat, proses ini disebut pembalikan. Baik pada
peranti moda pengayaan ataupun pemiskinan, jika tegangan cerat-ke-sumber jauh
lebih rendah dari tegangan gerbang-ke-sumber, mengubah tegangan gerbang akan
mengubah resistansi kanal, dan arus cerat akan sebanding dengan tegangan cerat
terhadap sumber. Pada moda ini, FET berlaku seperti sebuah resistor variabel
dan FET dikatakan beroperasi pada moda linier atau moda ohmik[1][2] Jika tegangan
cerat-ke-sumber meningkat, ini membuat perubahan bentuk kanal yang signifikan
dan taksimetrik dikarenakan gradien tegangan dari sumber ke cerat. Bentuk dari
daerah pembalikan menjadi kurus dekat ujung cerat dari kanal. Jika tegangan cerat-ke-sumber
ditingkatkan lebih lanjut, titik kurus dari kanal mulai bergerak dari cerat
menuju ke sumber. Pada keadaan ini, FET dikatakan dalam moda penjenuhan,[3] beberapa orang
menyebutnya sebagai moda aktif, untuk
menganalogikan dengan daerah operasi transistor dwikutub.[4][5] Moda penjenuhan,
atau daerah antara linier dan penjenuhan digunakan jika diinginkan adanya
penguatan. Daerah antara tersebut seringkali dianggap sebagai bagian dari
daerah linier, bahkan walaupun arus cerat tidak linier dengan tegangan cerat.
Bahkan jika kanal konduktif yang dibentuk oleh tegangan gerbang-ke-sumber tidak
lagi menghubungkan sumber ke cerat saat moda penjenuhan, Pembawa muatan tidak dihalangi
untuk mengalir. Dengan menganggap peranti salur-n, sebuah daerah pemiskinan
terdapat pada badan tipe-p, mengelilingi kanal konduktif, daerah cerat dan daerah
sumber. Elektron yang mencakupi kanal bebas untuk bergerak keluar dari kanal
melalui daerah pemiskinan jika ditarik ke cerat oleh tegangan cerat-ke-sumber.
Daerah pemiskinan ini bebas dari pembawa dan memiliki resistansi seperti silikon. Penambahan
apapun pada tegangan cerat-ke-sumber akan menambah jarak dari cerat ke titik
kurus, menambah resistansi dikarenakan daerah pemiskinan sebanding dengan
tegangan tegangan cerat-ke-sumber. Perubahan yang sebanding ini menyebabkan
arus cerat-ke-sumber untuk tetap relatif tetap tak terpengaruh oleh perubahan
tegangan cerat-ke-sumber dan benar-benar berbeda dari operasi moda linier.
Dengan demikian, pada moda penjenuhan, FET lebih berlaku seperti sebuah sumber
arus konstan daripada sebagai sebuah resistor variabel dan dapat digunakan
secara efektif sebagai penguat tegangan. Pada situasi ini, tegangan
gerbang-ke-sumber menentukan besarnya arus konstan yang melewati kanal.
v Penggunaan
v KESIMPULAN FET
Field Effect Transistor (FET)
FET memiliki kelebihan
dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar,
serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor,
maka hanya digunakan pada bagian-bagian yang memang memerlukan. Bentuk fisik
FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor.
Jenis FET ada dua yaitu Kanal N dan Kanal P. Kecuali itu terdapat pula macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET).
Jenis FET ada dua yaitu Kanal N dan Kanal P. Kecuali itu terdapat pula macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET).
NIM :
212013005
NAMA;
Tomas Sutanto
JURUSAN:
TEKNIK ELEKTRO






0 komentar:
Posting Komentar